Hal Nyeleneh Masyarakat Mesir Kuno yang Telah Punah

Hal Nyeleneh Masyarakat Mesir Kuno yang Telah Punah
February 28 05:55 2016 Print This Article

SEJARAH MENCATAT Mesir kuno merupakan bangsa besar dengan peradabannya yang tinggi. Mesir juga telah memberi sumbangsih besar bagi dunia dengan temuan-temuannya yang dampak positifnya dapat dirasakan oleh mansyarakat modern saat ini.

Namun, hal itu bukan berarti Mesir terlepas dari sisi gelapnya. Peradaban Mesir kuno mengenal kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya yang tidak lazim bahkan cenderung nyeleneh. Berikut ulasannya seperti dikutip dari laman boombastis.com.

PERKAWINAN SEDARAH. Dari judulnya sudah sangat mengerikan. Ya, perkawinan sedarah tentu masuk kategori aksi amoral yang sangat tidak beretika. Bahkan agama pun sangat mengutuk perbuatan itu. Jika kelakuan semacam itu ada di zaman sekarang, maka pelakunya bisa dipidana dan dikenai sanksi sosial. Akan tetapi, ternyata masyarakat Mesir Kuno lazim melakukan hal ini.

Pada aturan yang diterapkan pada masyarakat Mesir kuno, saudara sekandung bisa menikah, ayah pun dihalalkan mempersunting putri kandungnya sendiri dan sebagainya. Ternyata, ada tujuan khusus di balik kelakuan bejat itu.

Mereka semata-mata ingin menjaga keaslian garis keturunan mereka. Kelaziman perkawinan sedaran ini lazim dilakukan keluarga kerajaan. Seperti halnya Raja Tutankhamun yang diduga anak hasil hubungan sedarah.

LEVEL RAJA. Para raja di era Mesir kuno mendapatkan penghormatan yang bisa dikatakan sangat berlebihan. Pasalnya, mereka dianggap oleh masyarakat kala itu selevel dengan dewa. Sehingga, para raja itu dipuja-puja bak Tuhan. Hal tersebut tertuang dalam kisah Raja Ramses II (Fir’aun) yang terang-terangan menyatakan dirinya sebagai Tuhan.

Rakyat pun disuruh menyembahnya seperti dewa saat itu. Bagi mereka yang membangkang maka sama saja mencari kematian. Sehingga hadirlah Nabi Musa ke bumi untuk menghentikan kezaliman raja tersebut.

MEMBUNUH KUCING. Tahukah Anda bahwa masyarakat Mesir sangat menghormati kucing. Kucing bagi mereka dianggap hewan sangat bertuah dan dikeramatkan, sehingga harus dijaga agar tidak mendatangkan bencana. Di kehidupan masyarakat Mesir kuno, bagi siapa saja yang melakukan penyiksaan terhadap hewan ini, maka akan diberikan sanksi berat bahkan hingga hukuman mati. Kucing juga kerap diidentikkan sebagai perwujudan dari seorang dewi.(uky)
_________

WARISAN BUDAYA NUSANTARA ~ Jika ada kegiatan, peristiwa, dan artikel seputar budaya nusantara (terkait dengan kerajaan, kesultanan, kedaton, kisah legenda, atau heritage warisan budaya) yang ingin dipublikasikan di media ini, kirim saja ke redaksi kami, via Email : hallowredaksi@gmail.com, atau wa : 081915557788, terima kasih ~ Rajasultan.com

  Article "tagged" as:
  Categories: