Hayam Wuruk, adalah Penguasa Terbesar di Kerajaan Majapahit

Hayam Wuruk, adalah Penguasa Terbesar di Kerajaan Majapahit
January 01 12:34 2018 Print This Article

HAYAM WURUK ini telah memerintah kerajaan Majapahit dari tahun 1350 sampai 1389 yang ditandai sebagai puncak kejayaan kerajaan.

Saat itu Majapahit telah mendominasi kerajaan lain yang berada di selatan Semenanjung Melayu, Kalimantan, kemudian Sumatera, Bali, bahkan Kalimantan dan Indonesia Timur, serta Filipina.

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang terakhir dari kerajaan-kerajaan Hindu utama dari kepulauan Melayu dan juga dianggap sebagai salah satu negara terbesar di dalam sejarah Indonesia.

Masyarakat Majapahit telah mengembangkan kecanggihan tingkat tinggi baik itu di dalam kegiatan komersial maupun artistik.

Modal yang telah dimiliki oleh penduduk kosmopolitan saat itu di antaranya adalah sastra dan seni yang sangat berkembang dengan pesat.

Bahkan sistem perekonomian tunai sudah mulai berkembang disana, berdasarkan dari budidaya padi serta perdagangan, yang juga didukung dengan berbagai macam industri dan profesi.

Pada tahun 1527-an kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar ini menyerah pada Kesultanan Demak.

Setelah itu Majapahit menjadi sebuah simbol kebesaran indonesia dimasa lalu, selain menjadi simbol,

Kerajaan Majapahit ini telah memunculkan banyak sekali entitas politik, termasuk kesultanan Islam Demak, kemudian Pajang, serta Mataram, dan berbagai dinasti yang berada di Jawa Tengah.

Kemunduran Kerajaan Majapahit

Setelah kematiannya Hayam Wuruk di tahun 1389, kekuasaan Kerajaan Majapahit memasuki masa kemunduran dikarenakan adanya konflik suksesi.

Hayam Wuruk kemudian digantikan oleh putri mahkota Kusumawardhani, yang saat itu menikah dengan seorang kerabatnya, yaitu Pangeran Wikramawardhana.

Hayam Wuruk juga mempunyai seorang putra dari pernikahan sebelumnya, yaitu Pangeran Wirabhumi, yang juga ikut mengklaim takhta.

Adanya perang sipil ini, yang kemudian disebut dengan Paregreg, diperkirakan sudah terjadi pada tahun 1405-1406, yang kemudian memunculkan Wikramawardhana sebagai pemenangnya dan Wirabhumi ditangkap kemudian dipenggal.

Wikramawardhana memerintah Kerajaan Majapahit hingga tahun 1426 kemudian digantikan oleh putrinya yang bernama Suhita, yang mana Suhita ini  memerintah dari tahun 1426 hingga 1447.

Dia merupakan anak kedua dari Wikramawarddhana dengan seorang selir yang bernama putri Wirabhumi.

Faktor penyebab kemunduran Majapahit

1. Kerajaan Majapahit tidak lagi memiliki tokoh di pusat pemerintahan yang mampu untuk mempertahankan kesatuan dii wilayahnya setelah Gajah Mada beserta Hayam Wuruk meninggal.

2. Struktur dari pemerintahan Majapahit yang mempunyai kesamaan dengan sistem negara serikat di masa modern serta banyaknya kebebasan yang diberikan pemerintahan saat itu kepada daerah, memudahkan wilayah-wilayah yang merupakan jajahan untuk melepaskan diri begitu saja setelah mengetahui jika di pusat pemerintahan sedang terjadi kekosongan kekuasaan.  

3. Terjadinya perang saudara, ini merupakan yang menjadi masalah terbesar dari kerajaan ini. Perang saudara yang paling terkenal adalah Perang Paregreg (1401 – 1406) yang pada saat itu dilakukan oleh Bhre Wirabhumi melawan pimpinan pusat Kerajaan Majapahit. Kemudian Bhre Wirabhumi pun diberikan kekuasaan yang berada di wilayah Blambangan.

4. Masuknya agama Islam sejak zaman Kerajaan yang berada di Kediri Jawa Timur yang kemudian menimbulkan kekuatan baru yang menentang Majapahit.

Ini merupakan kondisi terburuk Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini benar-benar dalam ambang kehancuran setelah Kerajaan-kerajaan Islam bersatu. (Binsar Sihombing)

Keterangan gambar : Penulis, saat berada di kompleks makom Hayam Wuruk.

  Article "tagged" as:
  Categories:
view more articles

Related Articles